Pilihan hidup

Manusia mempunyai pilihan karena hakikat hidup itu sebenarnya adalah sebuah pilihan. Hitam atau putih, baik atau buruk, benar atau salah adalah kata-kata dogmatis yang tertanam dalam benak setiap umat manusia. Padahal kalau difahami dan dicerna secara lebih mendalam bahwa  ALLAH menciptakan pilihan untuk menguji umat-NYA.

“Siapa yang menghendaki beriman maka hendaklah dia beriman, dan siapa
yang menghendaki kekafiran, maka biarkanlah dia menjadi kafir.”

{QS. Al Kahfi: 29}

Itu merupakan salah satu ayat dari kitab suci Al – Quran sebagai dasar pembuktian bahwa ALLAH memberikan pilihan kepada manusia untuk memilih jalan kehidupannya.

Tentunya memerlukan ilmu yang mumpuni untuk sekedar menafsirkan ayat tersebut diatas agar terdengar lebih bisa diterima oleh seluruh kalangan agama atau apapun istilahnya. ( ……J pokoknya biar ga menyangkut SARA, karena blog ini dibuat untuk menciptakan suatu paradigma baru tentang ke-Tuhan-an ).

Hidup itu sendiri adalah karunia dan anugerah dari ALLAH Sang Pencipta, harus dan wajib kita syukuri.

Stop !!

membahas tentang pilihan, karena blog ini dibuat bukan sebagai ajang  karya tulis serius untuk mengajari orang lain , tapi justru kami menginginkan adanya interaksi antara kami dan pembaca atau sahabat-sahabt yang mampir…..monggo

>>>> Kembali ke nyang hal-hal ringan…..begono eh begini ceritanya….

Hari itu tepat jam 12 siang, para pekerja mulai meninggalkan kantor untuk mencari makanan guna memenuhi rasa lapar tubuh mereka namun tak satupun dari mereka yang peduli akan dirinya.

Suara langkah kaki seorang lelaki paruh baya itu menandakan bahwa dia sedang kelelahan, sorot matanya tajam menembus asap knalpot dan debu-debu jalan yang memedihkan mata orang di sekitarnya.

Baju kemeja salur lengan pendek berwarna biru yang dikenakannya terlihat kusam dan lusuh, kerah bajunyapun dibasahi keringat yang bercucuran dari dahi dan tengkuk lehernya, celana hitam buatan tangan ibunya selalu dikenakannya tatkala dia bepergian meskipun banyak tambalan dan sudah mulai memudar warnanya namun tak sekalipun dia menunjukkan keengganan untuk mengenakannya.

Tas kantor tua peninggalan mendiang ayahnya tak lupa dia tenteng, berbekal surat lamaran yang disusun rapih semalaman dan sebotol air minum kemasan meyakinkan dia untuk segera mendapatkan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

Hatinya bergumam mengiringi langkah demi langkah perjalanannya.

“ Oh Tuhan, jikalau Engkau mengijinkan aku untuk bekerja pasti Engkau akan menunjukkan kearah mana kakiku harus melangkah, Tuhan aku tidak akan mengecewakan-MU, aku tidak akan berkeluh kesah dan bersedih menerima segala ujian dan cobaan dari-MU ”.

Tangan kanannya mengepal keras bak batu karang yang tahan dihantam gelombang lautan ganas.

Sesekali dia menyeka keringat dari dahinya sambil memperhatikan lalu lalangnya orang, tak terasa sudah 3 jam dia berjalan menyusuri dan mencari gedung-gedung pekantoran yang menawarkan pekerjaan lewat iklan didepan pintu gerbang mereka.

Alhasil hanya kekecewaan demi kekecewaan tergurat dari wajahnya karena belum satupun dia menemukan sasaran yang dituju.

Panas terik matahari kota tak dia rasakan, sesekali dia meminum air bekal dari rumahnya guna meredam rasa dahaga dan lapar.

Hatinya bergumam kembali

“ Oh Tuhan, rasa laparku, rasa lelahku datangnya dari Engkau, sungguh tak pantas buatku untuk mengeluh, Engkaulah yang menggerakkan aku sampai kini, aku pasrahkan keinginanku kepada-MU ”

>> belajar arti🙂

dog·ma·tis a bersifat mengikuti atau menjabarkan suatu ajaran tanpa kritik sama sekali

mum·pu·ni Jw a mampu melaksanakan tugas dng baik (tanpa bantuan orang lain); menguasai keahlian (kecakapan, keterampilan) tinggi: ia telah — di bidang siasat peperangan

1 Komentar

  1. Hidup memang sebuah pilihan,,,,,kadang” kita harus memilih walaupun ternyata plihan tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita (yakinlah bahwa pilihan itu yang terbaik buat kita, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat umat Nya)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s