Ikhlas beramal demi Allah

( pengajian Selasa sore, 2 Rajab 545 H di Madrasah )

 

OVVUKXCARV7V18CANPJP8UCAPSDSI0CA0R2UM8CAZ936A4CA3HXUFMCAO6LZM1CAPVNJLQCADUIKG0CAJYFUFVCASBIOJYCA9EYMSUCADEUSR5CALFDPBCCATPHZ8GCASPFQCKCA9LXK4XCA3WPNI2CAMPBWBUDunia adalah pasar. Setelah beberapa saat tidak akan tersisa seorangpun disana. Saat menjelang malam, semua penghuninya akan pergi darisana. Berusahalah agar kalian tidak memperjual-belikan sesuatu disana kecuali komoditas  yang memang bermanfaat bagi kalian kelak di pasar Akhirat, dimana mata uang yang dipakai adalah tauhid dan komoditas yang laku adalah keikhlasan beramal untuk-Nya, namun komoditas ini malah sedikit yang kaumiliki.

Wahai pemuda !  Gunakanlah akalmu dan jangan terburu-buru, sebab tidak ada sesuatu yang akan kau peroleh dengan keterburu-buruanmu. Jangan datang waktu matahari tenggelam dan waktu subuh. Tidak bisakah engkau bersabar dan bersibuk hingga menjelang waktu maghrib, niscaya engkau akan memperoleh apa yang kauinginkan.  Gunakanalah akal dan bersikap santunlah kepada al-Haqq ‘Azza wa Jalla dan makhluk-Nya. Janganlah menzalimi manusia dan jangan pula engkau meminta sesuatu yang bukan milikmu dari mereka.

Celakalah ! Dengan wajah apa engkau mau menemui Tuhanmu kelak ? Sementara saat di dunia dulu, engkau menentang-Nya, berpaling dari-Nya dan menerima makhluk-Nya, menyekutukan-Nya, menumpukan semua kebutuhan dan menyerahkan  urusan-urusan penting pada mereka. Membutuhkan manusia adalah siksaan bagi kebanyakan para pengemis, karena mereka tidak keluar untuk mengemis kecuali dibuntuti dosa dan hanya sedikit saja yang dilakukan tanpa kebencian (karahah). Jika engkau mengemis dan tersiksa  maka engkau terhalang dari rezeki (mahrum) karena penolakanmu atas pemberian.

Wahai pemuda ! Prioritas terbaik bagimu  saat kondisi kelemahanmu adalah jangan meminta sesuatu pada siapapun dan jangan sampai engkau memiliki sesuatu yang tidak kaukenali dan tidak juga kaulihat hingga engkau tidak dilihat. Jika engkau mampu untuk memberi dan tidak mengambil  (bagian rezeki), maka lakukanlah. Jika engkau mampu untuk berkhidmat melayani dan tidak meminta layanan dari orang lain maka lakukanlah. Kaum (saleh) hanya berbuat untuk dan bersama-Nya maka Dia pun kemudian memperlihatkan keindahan-keindahan-Nya yang menakjubkan di dunia dan Akhirat kepada mereka. Demikian juga Dia perlihatkan kelembutan kasih dan pemeliharaan-Nya atas mereka.

Kesabaran aalah kunci kemenangan, ketinggian derajat dan kemuliaan.

Do’a

” Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kesabaran bersama-Mu, Kami memohon juga ketakwaan, kecukupan, kekosongan dari semua dan hanya bersibuk dengan-Mu, serta ungkaplah tirai hijab diantara kami dan diri-Mu “

Tidak ada kerajaan, sultan, kekayaan dan kemuliaan kecuali milik al-Haqq ‘Azza wa Jalla semata.

(dikutip dari buku RAHASIA MENJADI KEKASIH ALLAH Syekh ‘Abdul Qadir al Jailani, terbitan DIVA Press)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s