Larangan Takabur

images :) Kaum (saleh) sibuk bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan bagi manusia. Mereka adalah    orang-orang yang mendapat hibah dan menghibahkan. Mereka mendapatkan hibah berupa kemurahan Allah ‘Azza wa Jalla dan rahmat-Nya, untuk kemudian menghibahkannya pada fakir miskin yang hidup tercekik. Mereka membayarkan hutang para kreditor yang tidak mampu membayarnya. Mereka adalah raja dunia sebab raja (dunia) mendapat karunia tetapi tidak mau berhibah. Jauhi sifat sombong di hadapan al Haqq ‘Azza wa Jalla dan manusia, sebab kesombongan merupakan salah satu perangai kaum jababirah (arogan) yang mukanya dijungkir oleh Allah di tengah neraka Jahim………….

Syirik bisa terjadi dalam lahir dan bathin. Syirik lahir adalah menyembah berhala, sementara syirik bathin adalah berpasrah diri (bergantung) pada makhluk dn memandang mereka berperan dalam mudarat dan manfaat.

Ada diantara manusia yang memiliki (kekayaan) dunia di tangannya, namun ia tidak mencintainya, memiliki dunia namun dunia tidak memilikinya, dicintai dunia namun  ia tidak mencintainya, diburu dunia namun di tidak bergeming memburunya, mengeksploitasi dunia namun dunia tidak mengeksploitasinya dan membagi-bagi dunia namun dunia tidak membagi-baginya. Hati hamba tersebut saleh untuk  Allah ‘Azza wa Jalla dan duniapun tidak kuasa merusaknya. Ia bebas bertindak terhadapnya tanpa dunia mampu bertindak atasnya. Tentang hal ini, Nabi Saw bersabda :

” Sebaik – baik harta adalah harta saleh milik orang saleh “

Wahai pemuda !  Janganlah merasa cukup dengan pendapatmu sendiri hingga tak membutuhkanku. Sungguh kau akan tersesat. Barangsiapa yang merasa cukup dengan pendapatnya sendiri maka ia telah sesat, hina dan hilang. Jika kau sudah merasa cukup dengan pendapatmu sendiri, maka kau telah mengharamkan  hidayah dan perlindungan (himayah), sebab kau tidak mencarinya dan tidak pula masuk dalam lingkaran sarananya. Engkau mengatakan , ” Aku tidak membutuhkan ilmu para ulama. ” Engkau mengaku memiliki ilmu, tetapi mana amal nyatanya ? Apa pengaruh pengakuan ini dan sampai dimana kebenarannya.

Engkau buta, lalu bagaimana bisa mengklaim dirimu melihat ?  Engkau tidak oaham, lalu bagaimana mengaku paham  ? Bertaubatlah atas pengakuan-pengakuan bohongmu ini pada Allah ‘Azza wa Jalla dan teruslah bersama-Nya, jangan bersama selain-Nya. Berpalinglah dari segala sesuatu dan carilah Sang Penciptanya. Jangan ikuti orang yang hancur dan binasa. Engkau harus mengarantina nafsudirimu sampai ia tenang dan mengenal Tuhannya. Baru ketika itulah, engkau boleh menoleh pada selain-Nya. Seriuslah menginginkan-Nya. Mohonlah persandingan-Nya di dunia dan akhirat. Engkau juga harus bertakwa dan menyendiri dari segala selain-Nya. Engkau harus membersihkan diri selamanya. Jangan menempatkan nafsumu pada sesuatu kecuali atas dasar perintah dan larangan karena Dialah yang akan menempatkanmu di dalamnya

 

 

(dikutip dari buku RAHASIA MENJADI KEKASIH ALLAH Syekh ‘Abdul Qadir al Jailani, terbitan DIVA Press)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s