Amarah yang terpuji dan tercela

( Pengajian sore 18 Jumadi al-Akhirah 545 H di Madrasah )

 

VDY2YFCA0YO2OJCAIZDMYJCA58JS99CA8NJ2BCCAXG33LJCAWUWPX7CA1HRUXXCAFGXPNVCAKVVI6ZCA3J1NCPCA1D6NMMCAS8AFBMCAUUP672CANB5WXCCAZH5PBQCA4788MDCAZVGSVCCAZBJNC6CAMWJEMZKemarahan jika memang didedikasikan demi Allah ‘Azza wa Jalla , maka ia adalah sesuatu yang terpuji dan jika demi orang lain  maka ia tercela. Orang mukmin akan mengamuk karena Allah ‘Azza wa Jalla bukan karena dirinya, demi kemenangan agama-Nya dan bukan demi kemenangan dirinya sendiri. Ia berang ketika tejadi pelanggaran atas batas dari sekian – sekian batasan Allah sebagaimana marahnya macan ketika ( para pemburu ) mengambil mangsanya, dan tentu saja Allah pun ikut murka karena kemurkaannya dan ridha menerima karena keridhaannya.

Jangan memperlihatkan kemarahan karena Allah padahal itu adalah kemarahan dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi munafik dan yang sejenisnya, sebab apa yang menjadi milik  Allah bersifat sempurna, kekal dan bertambah sementara selain-Nya berubah dan aus. Jika kau lakukan suatu perbuatan maka hilangkan hawa nafsu dan setanmu darinya dan jangan melakukannya kecuali  hanya karena Allah ‘Azza wa Jalla dan sebatas melaksanakan perintah-Nya.  Jangan melakukan apapun kecuali dengan dasar perintah yang pasti dari Allah baik melalui syara’ maupun ilham dari Allah ‘Azza wa Jalla yang masuk kedalam hatimu dengan tetap mengacu pada syara’. Ber-zuhud-lah menjauhi diri, manusia dan dunia, niscaya Dia akan melegakanmu dari kesesakan makhluk. Senangilah keintiman dengan al- Haqq ‘Azza wa Jalla dan kenyamanan berdekatan dengan-Nya dan tidak ada kenyamanan pula kecuali saat bersama-Nya,  setelah suci dari  kotoran-kotoran hawa nafsu dan wujud (tabiat) mu.

………………………………………

Kau harus bersikap diam  dan tabah menghadapi keusilan orang jahil dan letupan-letupan hawa nafsu serta tabiat mereka. Jika mereka melakukan kemaksiatan pada al Haqq  ‘Azza wa Jalla  maka jangan diam, sebab diam dalam hal ini haram.  Bicara ( dalam hal ini ) menjadi ibadah dan meninggalkannya disebut maksiat. Jika kau mampu melaksanakan amar makhruf nahi mungkar, maka jangan lamban melaksanakannya, sebab ia adalah gerbang kebajikan yang dibuka di depan mukamu, maka cepat-cepatlah kaumasuk ke dalamnya.

………………………………………

 

(dikutip dari buku RAHASIA MENJADI KEKASIH ALLAH Syekh ‘Abdul Qadir al Jailani, terbitan DIVA Press)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s