Jangan merendah pada orang kaya karena kekayaannya

( Pengajian 11 Jumadi al-Akhirah 545 H di Madrasah )

 

OS928NCAL2U327CA4YUXL7CAF9HQRPCAMYSH0GCAJ6ADG2CAUUVY4LCARD6VAACAQO1AXCCAKPBR8NCAZLDKSVCAQISWHACA2DW7GGCAWJJE74CABJYOJICAJNYSQRCAINIK7TCAIYJXJICADA05L1CAX1I3RFNabi SAW bersabda :

” Barangsiapa merengek-rengek pada orang kaya, meminta apa yang ada di tangannya, maka telah hilang dua pertiga agamanya “

Dengarkan hai orang – orang  munafik !  Ini baru untuk orang yang merengek-rengek dan mengemis pda orang kaya, lalu bagaimana dengan  orang yang salat, puasa dan haji karena mereka dan menerima cercaan mereka (demi mendapat harta mereka) ? .

Hai orang-orang yang menyekutukan ALLAH ! Kalian tidak memiliki khabar apa-apa dari-Nya dan dari Rasul-Nya. Islamlah kalian dan bertaubatlah serta tulus ikhlaslah dalam pertaubatanmu hingga keimananmu (menjadi) suci, keyakinanmu tumbuh, tauhidmu bersemi dan cbang-cabangnya menjulang sampai ‘Arsy.

Wahai pemuda ! Jika imanmu terpelihara dan pohonnya menjulang tinggi, maka Al-Haqq ‘Azza wa Jalla akan membuat  dirimu kaya dari segenap makhluk. Dia akan mencukupkanmu dari bekerja dan mencari rezeki.  Al-Haqq ‘Azza wa Jalla sendirilah yang akan mengenyangkan nafsu dirimu, hati dan nuranimu, membuatmu singgah di pintu-Nya, menjadikan kefakiranmu kaya dengan zikir mengingat-Nya, dengan kedekatan-Nya dan keintiman bersama-Nya. Nafsumu tidak mempedulikan lagi tentang siapa yang makan dari dunia dan bersibuk dengannya, bahkan dia tidak lagi pedulikan siapa yang ada di tangannya ( keluarganya  ). Pandanganmu terhadap-Nya telah menjelma menjadi rahmat, gairah cinta dan kegelapan.

……………………………………

Celakalah ! Engkau berdiri salat dan mengucapkan, ” Allahu Akbar ” namun engkau berbohong dengan ucapanm. Makhluk yang berada dalam hatimu lebih besar daripada Allah ‘Azza wa Jalla. Bertaubatlah pada Allah ‘Azza wa Jalla dan jangan berbuat kebajikan  untuk selain-Nya, tidak untuk dunia dan tidak juga untuk Akhirat.

……………………………………

Celakalah kau  ! Rezekimu tidak akan bertambah dan berkurang ( dari ketentuan ). Baik buruk qadha yang telah ditentukan atasmu pasti akan datang. Maka, jangan bersibuk dengan sesuatu yang kosong dari-Nya dan bersibuklah dengan ketaatan pada-Nya. Kurangilah kerja kerasmu dan pendekkan anganmu ( akan duniawi ). Jadikanlah maut sebagai puat pandangmu, niscaya engkau akan bahagia. Turutilah selalu Syara’ dalam segala kondisimu.

……………………………………

Kembalilah pada Allah ‘Azza wa Jalla  dengan memperbaharui keislamanmu, kebaikan bertaubat dan ketulusan menjalaninya sebelum kematian datang menutup pintu taubat di hadapanmu, hingga engkau tak bisa lagi masuk kesana. Kembalilah pada-Nya dengan hatimu sebelum Dia menutup pintu kemurahan-Nya di hadapanmu, melumpuhkan dirimu, daya kekuatan dan hartamu serta tidak memberimu keberkahan dalam segala yang kau perbuat.

Celakalah kau  ! Jadikanlah toko dan harta bendamu untuk keluargamu. Bekerjalah untuk ( menghidupi ) merka dengan ( menuruti ) perintah syara’ sambil hatimu pasrah bertawakal pada Allah ‘Azza wa Jalla.

……………………………………

Santunilah kaum fakir dengan secuil hartamu dan janganlah kikir dengannya karena sebentar lagi engkau akan berpisah meninggalkannya.

……………………………………

(dikutip dari buku RAHASIA MENJADI KEKASIH ALLAH Syekh ‘Abdul Qadir al Jailani, terbitan DIVA Press)

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s