Ada dimanakah Tuhan ?

336171930_81974b4255_mPertanyaan awal tentang ke-Tauhid-an yang pernah aku lontarkan kepada seorang ustadz adalah :
” Ada dimanakah Tuhan ? ”
dan sang ustadz pun menjawab dengan yakin : ” Tuhan ada dimana – mana “

Justru jawaban itulah yang membuatku penasaran dan sering aku pikirkan dari hari kehari sampai sekarang.

Tuhan ada dimana-mana , memang aku bisa menerima jawaban tersebut apabila dikaitkan dengan seluruh makhluk ciptaan-NYA yang tersebar dari mulai bumi sampai langit. 

Tapi apakah berarti Tuhan itu banyak ?, Jelas pertanyaan tersebut tidak bisa aku terima karena akan bertentangan dengan Q.s Al-Ikhlas yang dengan jelas Tuhan sendiri berfirman bahwa Dia adalah yang Maha ESA ( Tunggal ) atau satu dan itu berarti mustahil Tuhan itu banyak. 

Karena walaupun aku orangnya ga bisa apa-apa tapi dengan niat untuk terus belajar dan belajar akhirnya timbul hasrat untuk mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri dari Al-Qur’an.

Adakah yang bisa membantuku menemukan jawabannya ?

5 Komentar

  1. boleh numpang posting ya? ini aku dapet dari milis, moga bermanfaat
    ………… Tamparan untuk 3 pertanyaan …
    Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

    Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
    Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

    Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
    Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

    Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
    1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
    2.Apakah yang dinamakan takdir
    3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan.Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

    Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

    Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
    Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban
    saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

    Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
    Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

    Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
    Kiyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

    Pemuda : Ya!
    Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

    Pemuda : Saya tidak bisa.
    Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan
    kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

    Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
    Pemuda : Tidak.

    Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
    Pemuda : Tidak.

    Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

    Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
    Pemuda : Kulit.

    Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
    Pemuda : Kulit.

    Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
    Pemuda : Sakit.

    Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini

    mahap.. kalo ga nyambung hehehe… tapi sama2 tentang tuhan kan hikkzz….🙂

    • salam…terima kasih telah berbagi cerita dengan kami, mudah-mudahan kami dapat memahami dan mencerna tentang cerita tersebut :)……thx 4 being my frend

  2. Wah menarik skali postingan mu keu, dan komentar dari sdri mahardika ini, saya yakin smua orang pernah berkomtemplasi mengenai Tuhan, termasuk saya, beberapa waktu yg lalu sya juga pernah berdiskusi dengan beberapa kawan tentang Tuhan, salah satunya tentang keberadaan-Nya, dan kami pada akhir diskusi berpendapat bahwa sumber pengetahuan bukan hanya pengalaman empirisme yang terbatas panca indra, tapi juga bersumber dari keyakinan yang transenden jauh melampaui batas2 fisikli, pengetahuan tentang Tuhan adalah salah satu pengetahuan yg bersumber dari keyakinan, sehingga Pertanyaan “dimana kah tuhan?” adalah pertanyaan yang kami anggap keliru, karena sebelum kita bertanya seperti itu, kita harus terlebih dahulu mengetahui apa, siapa serta bagaimana itu Tuhan.
    Tuhan yang kami yakini adalah Tuhan yang tidak terbatas ruang dan waktu, karena jika Dia terbatas ruang dan waktu, berarti Dia tidak ada bedanya dengan kita manusia yang mempunyai keterbatasan tempat dan time limit….;)

    hmmm, diskusi tentang Tuhan memang slalu menarik, dan spertinya dua/tiga hari saja tidak akan cukup puas membahasnya….,smoga di lain waktu kita bisa berdiskusi lagi…

    nuhun keu, punteun mun teu nyambung coment na…heuehu

    • terima kasih atas pujiannya….itu hanyalah sekelumit cerita jeritan hatiku yang selalu bertanya-tanya……trim’s sahabatku….aku bangga padamu juga….:)

  3. semuanya bukan kebetulan..semuanya juga bukan otomatis.. smuanya ada yang mengendalikan.. hihihih..

    des ga pernah kepikiran dimana Tuhan? aneh ya? tapi des yakin banget pasti ada yang ngatur matahari tetep terbit di timur, n terbenam di barat. Makhluk hidup bisa bernafas dan mati pun pasti bukan otomatis.

    Dimana pun Dia.. Dia itu ADA, dan buat yang percaya (read: beriman). mereka itulah orang – orang yang beruntung. sebab tak akan terlalu kecewa saat gagal dan tak jadi lupa daratan saat berada dalam puncak kesuksesan.

    ^o^ lam kenal Keu… meuni siga urang jepang euy nami na…🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s